Senin, 06 Maret 2017

FREEPORT GOYANG EKONOMI TIMIKA TERKENA DAMPAK


Salah satu warga penjual nasi lalapan terkena imbas kurang pembelinya nasi lalapan akibat melakukan pengurangan jam kerja  pada karyawan Perusahan Terbuka PT Freeport Indonesia dan Kontraktornya.
Imam salah satu pemilik dan penjual nasi lalapan ayam yang berada di jalan Cendrawasih  Timika kamis 2/3/17 saat di temui, mengungkapkan bahwa belakangan ini tiga minggu terakhir kami mengalami dampak kurangnya pembeli nasi lalapan. dari biasa kami mendapatkan pemasukan permalam mencapai Rp 1.500.000, namun sekarang setelah di PT freeport melakukan pengurangan jam kerja pada karyawan PT FI dan Kontraktornya. kami mengalami penurunan yang sangat drastis mencapai hingga 35 persen permalam.hal ini otomatis kami juga akan mengurangi jumlah perporsi makanan yang kami jual.
hal senada juga di alami Hasrul penjual gorengan yang berada di jalan budi utomo, yang kesehariannya menjual gorengan tahu tempe juga mengalami dampak penurun yang sangat drastis yaitu kurangnya pembeli. yang biasanya kami buka pada pukul 18.00 sampai dengan pukul 23.00 WIT dan menutup lebih awal menjadi pukul 21.30 WIT. kami sangat terkena dampaknya. semoga masalah ini terselesaikan dengan cepat. agar perekonomian di Kabupaten Timika menjadi seperti biasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar